A call for Wawan

Pada 13 November 1998 silam, telah meninggal seorang mahasiswa bernama BR Norma Irawan di halaman kampusnya, Universitas Atma Jaya.

Atas kejadian tersebut, ibunya yang bernama Sumarsih hingga kini masih terus semangat memperjuangkan kejelasan kasus pelanggaran HAM yang menimpa putranya. Sudah 2 dekade dan lebih dari 500 Kamis dilewati.

Melalui video ini, saatnya kita berikan semangat kepada beliau melalui Twitter, Facebook, atau Instagram menggunakan hashtag #SayaWawan agar beliau tahu masih banyak Wawan di luar sana yang mendukungnya.

Mari kita rawat ingatan bahwa Indonesia masih memiliki sejarah kelam pelanggaran berat HAM yang belum diusut tuntas. Wawan bukan satu-satunya korban.

Jangan biarkan ini terjadi lagi! Tetap semangat tak lelah untuk berjuang demi keadilan dan kemanusiaan!

On 13 November 1998, BR Norma Irwan was shot dead at his own campus yard, Universitas Atma Jaya.

That incident made his mom, Sumarsih became an activist who’s struggling for this human rights violation case. She always fights for his son’s fight for more than 500 Thursday and 2 decades.

Through this video, let’s give her support with our words by using Twitter, Facebook, or Instagram. Use #SayaWawan and let her know that there’s a lot of Wawan out there who support her.

Don’t forget that there’s still a lot of human rights violation cases that remain neglected. And Wawan isn’t the only victim of that case.

Don’t let this happen again! Don’t stop to fight for justice and humanity!

Share via